Cara Mengukur Apakah Website Menghasilkan Leads
Website bisnis tidak cukup dinilai hanya dari tampilannya atau jumlah orang yang berkunjung. Website yang ramai belum tentu menghasilkan calon pelanggan, sedangkan website dengan pengunjung lebih sedikit dapat memberikan hasil lebih baik apabila pengunjungnya sesuai dengan target bisnis.
Untuk mengetahui kinerjanya, bisnis perlu mengukur tindakan yang menunjukkan minat nyata. Tindakan tersebut dapat berupa pengiriman formulir, klik WhatsApp, panggilan telepon, permintaan proposal, reservasi, atau pendaftaran konsultasi.
Apa yang Dimaksud dengan Lead dari Website?
Lead adalah calon pelanggan yang telah menunjukkan ketertarikan dan memberikan kesempatan kepada bisnis untuk melakukan tindak lanjut. Membaca artikel atau membuka halaman layanan belum selalu dapat dianggap sebagai lead karena pengunjung tersebut belum menghubungi bisnis.
Pada website jasa, beberapa tindakan yang dapat dikelompokkan sebagai lead antara lain:
- Mengirim formulir konsultasi atau formulir kontak.
- Mengklik tombol WhatsApp untuk bertanya.
- Mengklik nomor telepon yang tersedia.
- Mengajukan permintaan proposal atau penawaran.
- Melakukan reservasi pertemuan dengan tim bisnis.
- Mengirimkan brief awal untuk membahas proyek.
Indikator yang Perlu Diukur
1. Jumlah Lead
Catat jumlah calon pelanggan yang masuk melalui setiap saluran. Pisahkan formulir, WhatsApp, telepon, dan permintaan proposal agar bisnis mengetahui saluran mana yang paling sering digunakan.
2. Conversion Rate
Conversion rate menunjukkan persentase pengunjung yang menyelesaikan tindakan utama. Perhitungannya dapat menggunakan rumus berikut:
Conversion rate = jumlah lead ÷ jumlah pengunjung × 100%
Sebagai contoh, apabila website menerima 1.000 pengunjung dan menghasilkan 20 lead, conversion rate-nya adalah 2%. Angka ini sebaiknya dibandingkan dengan periode sebelumnya, bukan dinilai sendirian tanpa konteks.
3. Sumber Traffic yang Menghasilkan Lead
Bisnis perlu mengetahui apakah calon pelanggan datang dari pencarian organik, iklan, media sosial, website rujukan, atau kunjungan langsung. Informasi ini membantu menentukan kanal pemasaran yang perlu dilanjutkan atau diperbaiki.
Google Analytics menyediakan laporan akuisisi traffic untuk membantu memahami sumber kunjungan. Laporan tersebut dapat diakses melalui bagian Reports, kemudian Acquisition dan Traffic acquisition.
4. Halaman yang Mendorong Konversi
Perhatikan halaman pertama yang dikunjungi calon pelanggan serta halaman yang mereka buka sebelum menghubungi bisnis. Halaman layanan, artikel harga, portofolio, dan studi kasus sering memiliki peran berbeda dalam perjalanan calon pelanggan.
5. Kualitas Lead
Jumlah lead tidak selalu mencerminkan hasil bisnis. Sepuluh pertanyaan yang tidak sesuai target dapat kurang bernilai dibandingkan dua calon pelanggan yang memiliki kebutuhan, jadwal, dan anggaran jelas. Karena itu, data website perlu dicocokkan dengan hasil tindak lanjut penjualan.
Tindakan Apa yang Perlu Ditandai sebagai Konversi?
Pada Google Analytics 4, interaksi pengguna dicatat sebagai peristiwa atau event. Peristiwa yang penting bagi tujuan bisnis dapat ditandai sebagai peristiwa utama.
Untuk website jasa, peristiwa utama yang dapat disiapkan meliputi:
generate_leadketika formulir berhasil dikirim.click_whatsappketika tombol WhatsApp diklik.click_phoneketika nomor telepon diklik.request_proposalketika pengunjung meminta proposal.
Nama peristiwa harus digunakan secara konsisten agar laporan mudah dibaca. Pastikan peristiwa formulir hanya tercatat setelah pengiriman berhasil, bukan sekadar ketika tombol diklik.
Bedakan Klik WhatsApp dengan Percakapan Berkualitas
Klik WhatsApp menunjukkan minat, tetapi belum membuktikan bahwa percakapan benar-benar terjadi. Pengunjung mungkin menutup aplikasi, salah menekan tombol, atau mengirim pertanyaan yang tidak sesuai dengan layanan.
Gunakan data analitik untuk menghitung klik, kemudian catat secara terpisah jumlah pesan yang masuk, lead yang sesuai, proposal yang dikirim, dan proyek yang berhasil diperoleh. Dengan begitu, bisnis dapat melihat perjalanan dari kunjungan hingga menjadi pelanggan.
Evaluasi Performa Secara Berkala
Hindari mengambil keputusan berdasarkan data satu atau dua hari. Gunakan periode yang cukup, misalnya 30 hari, lalu bandingkan dengan periode sebelumnya. Untuk website baru dengan traffic rendah, pengumpulan data mungkin membutuhkan waktu lebih lama.
Hubungkan hasil tersebut dengan tujuan dan anggaran website bisnis . Jika tujuan utamanya menghasilkan konsultasi, maka keberhasilannya harus dinilai berdasarkan jumlah dan kualitas konsultasi—bukan hanya tayangan halaman.
Website Perlu Dirancang agar Bisa Diukur
Pengukuran akan lebih mudah apabila website memiliki CTA yang jelas, formulir dengan halaman konfirmasi, tombol kontak yang dapat dilacak, dan struktur halaman yang sesuai dengan perjalanan calon pelanggan.
Kreavie menyediakan jasa pembuatan website untuk bisnis di Jabodetabek dengan struktur halaman dan CTA yang dapat disesuaikan dengan tujuan bisnis. Untuk kebutuhan di luar wilayah tersebut, lihat layanan pembuatan website profesional .
Ingin Website yang Bisa Menghasilkan dan Mengukur Leads?
Konsultasikan kebutuhan halaman layanan, formulir, tombol WhatsApp, CTA, dan pengukuran interaksi website bersama Kreavie.
Konsultasi melalui WhatsApp