Perencanaan Website Bisnis
Checklist Persiapan Sebelum Membuat Website Bisnis
Persiapan yang jelas membantu proses pembuatan website berjalan lebih cepat, mengurangi revisi, dan menghasilkan website yang sesuai dengan tujuan bisnis.
Banyak bisnis langsung membahas desain ketika ingin membuat website. Padahal, warna dan tampilan hanyalah sebagian dari prosesnya. Website yang efektif harus memiliki tujuan, struktur informasi, konten, serta tindakan yang ingin diarahkan kepada pengunjung.
Anda tidak harus menyiapkan semuanya secara sempurna sebelum menghubungi pengembang. Namun, beberapa informasi dasar perlu tersedia agar kebutuhan proyek dapat dihitung dan dikerjakan dengan lebih tepat.
Mengapa Persiapan Website Itu Penting?
Pengerjaan website dapat melambat ketika tujuan sering berubah, konten belum tersedia, atau keputusan harus menunggu banyak pihak. Kondisi tersebut juga dapat menambah revisi dan membuat hasil akhirnya tidak konsisten.
Checklist berikut membantu pemilik bisnis dan tim pengembang memahami ruang lingkup yang sama sejak awal. Gunakan sebagai panduan, bukan sebagai syarat mutlak yang harus diselesaikan sendirian.
1. Tentukan Tujuan Utama Website
Mulailah dengan menentukan hasil yang ingin diperoleh. Tujuan website akan memengaruhi struktur halaman, isi konten, fitur, dan tombol tindakan yang digunakan.
- Memperkenalkan perusahaan dan membangun kepercayaan.
- Mendapatkan calon pelanggan melalui WhatsApp atau formulir.
- Menampilkan produk, layanan, dan portofolio.
- Menerima pemesanan atau pembayaran.
- Menyediakan informasi dan artikel untuk pencarian Google.
Sebaiknya tetapkan satu tujuan utama dan beberapa tujuan pendukung. Terlalu banyak tujuan dalam satu halaman dapat membuat pengunjung tidak memahami tindakan yang perlu dilakukan.
2. Kenali Target Pengunjung
Website tidak dibuat hanya berdasarkan selera pemilik bisnis. Informasi dan tampilannya perlu disesuaikan dengan orang yang akan menggunakan website tersebut.
Catat siapa calon pelanggan Anda, masalah yang mereka hadapi, informasi yang mereka cari, dan alasan mereka memilih sebuah penyedia jasa. Pemahaman ini akan membantu menentukan bahasa, susunan konten, serta penawaran yang relevan.
3. Siapkan Identitas Bisnis
Identitas bisnis menjadi dasar tampilan website. Materi yang sebaiknya disiapkan meliputi:
- Logo dengan kualitas yang baik.
- Warna utama dan warna pendukung merek.
- Jenis huruf jika sudah memiliki panduan merek.
- Profil singkat dan sejarah perusahaan.
- Alamat, email, nomor telepon, dan WhatsApp.
- Dokumen legalitas atau sertifikasi yang boleh ditampilkan.
Jika belum mempunyai panduan merek lengkap, logo dan beberapa referensi visual sudah cukup sebagai titik awal. Tim desain dapat membantu membentuk arah visual yang konsisten.
4. Buat Daftar Halaman yang Dibutuhkan
Jumlah halaman memengaruhi waktu dan biaya pengerjaan. Website bisnis umumnya mempunyai struktur awal berikut:
- Beranda.
- Tentang perusahaan.
- Layanan atau produk.
- Portofolio atau studi kasus.
- Artikel.
- FAQ.
- Kontak.
Layanan yang sangat berbeda sebaiknya memiliki halaman masing-masing. Dengan demikian, calon pelanggan memperoleh penjelasan yang lebih lengkap dan setiap halaman dapat menargetkan kebutuhan pencarian yang lebih spesifik.
5. Siapkan Konten untuk Setiap Halaman
Konten yang baik menjelaskan apa yang ditawarkan, siapa yang membutuhkannya, manfaatnya, cara kerja, dan langkah untuk menghubungi bisnis. Hindari hanya menyalin profil perusahaan ke seluruh halaman.
Untuk halaman layanan, siapkan nama layanan, masalah pelanggan, manfaat, cakupan pekerjaan, proses, estimasi waktu, contoh hasil, pertanyaan umum, dan tombol konsultasi. Struktur ini membantu pengunjung mengambil keputusan tanpa harus menebak informasi penting.
6. Kumpulkan Foto dan Materi Pendukung
Foto asli dapat meningkatkan kepercayaan karena menunjukkan bisnis, tim, produk, atau hasil pekerjaan yang sebenarnya. Siapkan foto dengan pencahayaan yang baik dan hindari mengirim gambar yang sudah terlalu banyak dikompresi.
Materi pendukung dapat berupa foto tim, tempat usaha, produk, proses kerja, portofolio, testimonial, logo klien, sertifikat, dan video. Pastikan bisnis memiliki izin untuk menampilkan setiap materi tersebut.
7. Tentukan Fitur yang Benar-Benar Dibutuhkan
Fitur sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan pengguna, bukan hanya karena terlihat menarik. Beberapa fitur yang umum digunakan pada website bisnis antara lain:
- Tombol WhatsApp dan formulir konsultasi.
- Pengelolaan artikel melalui dashboard.
- Galeri portofolio atau katalog.
- Pencarian dan penyaringan konten.
- Pemesanan, pembayaran, atau akun pelanggan.
- Integrasi Google Analytics dan alat pemasaran.
Pisahkan fitur yang wajib tersedia saat peluncuran dan fitur yang dapat ditambahkan kemudian. Cara ini membantu menjaga anggaran sekaligus mempercepat website untuk segera digunakan.
8. Pilih Referensi Desain dengan Alasan yang Jelas
Kumpulkan dua atau tiga website yang Anda sukai. Jelaskan bagian yang menarik, misalnya susunan navigasi, penggunaan warna, bentuk kartu layanan, atau cara portofolio ditampilkan.
Referensi digunakan untuk memahami preferensi, bukan untuk menyalin desain bisnis lain. Hasil akhirnya tetap perlu disesuaikan dengan identitas, konten, dan target pelanggan Anda.
9. Tentukan Domain dan Kepemilikannya
Pilih nama domain yang ringkas, mudah dibaca, dan berhubungan dengan nama bisnis. Hindari penulisan yang mudah salah atau penggunaan tanda yang tidak diperlukan.
Domain sebaiknya didaftarkan menggunakan data pemilik bisnis. Pastikan Anda mengetahui akun pendaftaran, tanggal perpanjangan, dan pihak yang bertanggung jawab mengelolanya. Kepemilikan ini penting agar bisnis tetap mempunyai kendali atas alamat websitenya.
10. Siapkan Anggaran dan Jadwal
Anggaran tidak hanya mencakup pembuatan awal. Pertimbangkan juga domain, hosting, maintenance, pembaruan konten, dan pengembangan fitur pada masa mendatang.
Jika website dibutuhkan untuk peluncuran produk atau kampanye tertentu, informasikan tenggat waktunya sejak awal. Sisakan waktu untuk pengumpulan materi, revisi, pengujian, dan perbaikan sebelum website diumumkan kepada publik.
Checklist Singkat Sebelum Menghubungi Jasa Website
- Tujuan utama website sudah ditentukan.
- Target pelanggan sudah dipahami.
- Logo dan identitas bisnis tersedia.
- Daftar halaman sudah dibuat.
- Konten dan foto mulai dikumpulkan.
- Fitur wajib sudah dicatat.
- Referensi desain sudah dipilih.
- Nama domain sudah dipertimbangkan.
- Anggaran dan target peluncuran sudah disiapkan.
Kesimpulan
Persiapan membuat website dimulai dari tujuan bisnis, bukan dari pemilihan warna. Tujuan, target pengunjung, struktur halaman, konten, foto, fitur, domain, anggaran, dan jadwal perlu dibicarakan sebelum pengerjaan dimulai.
Semakin jelas informasi yang disiapkan, semakin mudah tim pengembang menyusun solusi yang tepat. Persiapan ini juga membantu mengurangi revisi dan mencegah biaya tambahan akibat perubahan kebutuhan di tengah proyek.
Belum Yakin Harus Memulai dari Mana?
Sampaikan kebutuhan bisnis Anda kepada Kreavie. Kami akan membantu menentukan jenis website, halaman, fitur, dan ruang lingkup pengerjaan yang sesuai.
Lihat Jasa Pembuatan Website Konsultasi Sekarang