Checklist Brief Website untuk Bisnis Sebelum Bertemu Web Developer
Brief website yang jelas membantu bisnis dan web developer memahami tujuan, kebutuhan, batas pekerjaan, serta hasil yang ingin dicapai sejak awal.
Banyak proyek website menjadi lebih lama bukan karena proses pengembangannya terlalu sulit, tetapi karena kebutuhan bisnis belum dirumuskan dengan jelas. Pemilik bisnis mungkin sudah mengetahui bahwa mereka membutuhkan website, tetapi belum menentukan tujuan, halaman, fitur, dan materi yang harus disiapkan.
Brief tidak harus berupa dokumen teknis yang rumit. Informasi sederhana mengenai bisnis dan hasil yang diharapkan sudah cukup membantu web developer menyusun struktur, estimasi biaya, dan waktu pengerjaan secara lebih akurat.
Apa Itu Brief Website?
Brief website adalah rangkuman kebutuhan yang menjadi acuan selama proses perencanaan, desain, pengembangan, revisi, dan peluncuran website. Dokumen ini membantu kedua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai ruang lingkup proyek.
Brief yang baik tidak hanya menjelaskan tampilan yang disukai. Isinya juga mencakup tujuan bisnis, target pengguna, informasi yang ingin disampaikan, tindakan yang diharapkan dari pengunjung, serta fitur yang diperlukan.
Checklist Brief Website yang Perlu Disiapkan
1. Profil Singkat Bisnis
Jelaskan nama bisnis, produk atau layanan, lokasi operasional, keunggulan, serta cara bisnis melayani pelanggan. Informasi ini membantu web developer memahami karakter dan posisi bisnis Anda.
2. Tujuan Utama Website
Tentukan hasil utama yang ingin dicapai. Website dapat digunakan untuk membangun kredibilitas, menampilkan portofolio, menghasilkan leads, menerima pemesanan, menyediakan katalog, atau membantu pelanggan memperoleh informasi.
Pilih satu tujuan utama agar struktur halaman dan tombol tindakan tidak membingungkan pengunjung.
3. Target Pengguna
Catat siapa yang akan menggunakan website, apa yang mereka cari, perangkat yang sering digunakan, dan pertanyaan yang biasanya diajukan sebelum membeli. Informasi ini memengaruhi bahasa, navigasi, tampilan, dan urutan konten.
4. Jenis Website
Tentukan apakah bisnis membutuhkan landing page, website company profile, katalog, toko online, portal pelanggan, atau aplikasi web. Jika belum yakin, baca perbandingan landing page dan website company profile sebelum menentukan pilihan.
5. Daftar Halaman
Buat daftar awal halaman yang diperlukan, misalnya Beranda, Tentang Kami, Layanan, Portofolio, Blog, FAQ, dan Kontak. Website katalog mungkin membutuhkan kategori, detail produk, pencarian, dan formulir permintaan penawaran.
6. Fitur yang Dibutuhkan
Catat fitur seperti tombol WhatsApp, formulir, dashboard admin, blog, pencarian, filter, login pengguna, pembayaran, booking, atau integrasi API. Anda dapat menggunakan daftar fitur website bisnis sebagai referensi awal.
7. Materi dan Konten
Periksa ketersediaan logo, profil perusahaan, deskripsi layanan, foto, video, portofolio, testimoni, nomor kontak, dan dokumen legal. Tandai materi yang sudah siap dan materi yang masih perlu dibuat.
8. Referensi Desain
Sertakan dua atau tiga contoh website yang disukai. Jelaskan bagian yang menarik, seperti warna, komposisi, navigasi, atau gaya visual. Referensi digunakan untuk memahami preferensi, bukan untuk menyalin desain pihak lain.
9. Anggaran dan Target Peluncuran
Sampaikan kisaran anggaran dan waktu peluncuran yang diharapkan. Keterbukaan ini membantu web developer merekomendasikan fitur dan tahapan yang realistis tanpa memasukkan kebutuhan di luar prioritas.
Untuk melihat gambaran biaya, baca panduan harga pembuatan website 2026 .
Contoh Brief Website Sederhana
- Jenis bisnis: jasa konsultasi keuangan.
- Tujuan: memperoleh permintaan konsultasi.
- Target pengguna: pemilik UMKM dan perusahaan.
- Jenis website: company profile.
- Halaman: Beranda, Tentang, Layanan, Artikel, dan Kontak.
- Fitur: WhatsApp, formulir, blog, dan dashboard admin.
- Konten: logo dan profil tersedia, foto masih disiapkan.
- Target peluncuran: empat minggu.
Brief yang Baik Membuat Scope Lebih Jelas
Brief membantu mencegah perbedaan pemahaman mengenai jumlah halaman, fitur, revisi, konten, dan tanggung jawab setiap pihak. Dokumen tersebut juga menjadi dasar untuk menentukan paket atau menyusun penawaran custom.
Google juga menyarankan struktur website dan konten yang mudah dipahami pengguna maupun mesin pencari. Referensi dasarnya dapat dipelajari melalui SEO Starter Guide Google Search Central .
Kesimpulan
Sebelum bertemu web developer, siapkan profil bisnis, tujuan website, target pengguna, jenis website, halaman, fitur, materi, referensi desain, anggaran, dan target peluncuran. Brief tidak harus sempurna, tetapi harus cukup jelas untuk memulai diskusi.
Jika bisnis Anda berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, atau Bekasi, pelajari layanan pembuatan website untuk bisnis di Jabodetabek . Untuk kebutuhan di wilayah lain, lihat layanan pembuatan website Kreavie .
Siap Mendiskusikan Brief Website Anda?
Ceritakan tujuan, halaman, fitur, dan materi yang sudah tersedia. Kreavie akan membantu menyusun scope, estimasi waktu, dan pilihan paket yang sesuai.
Konsultasi Brief WebsiteTopik artikel
