Keamanan Website Bisnis Setelah Diluncurkan
Peluncuran bukan akhir dari proses pengelolaan website. Setelah dapat diakses oleh publik, website perlu diperbarui, dicadangkan, dipantau, dan dilindungi dari akses yang tidak semestinya.
Website bisnis dapat menyimpan formulir pelanggan, data akun, dokumen, informasi transaksi, dan akses menuju sistem internal. Karena itu, pemeliharaan keamanan perlu menjadi kegiatan rutin, bukan hanya tindakan darurat ketika masalah sudah terjadi.
Mengapa Website yang Sudah Berjalan Tetap Memerlukan Pengamanan?
Teknologi website terus berubah. Sistem manajemen konten, framework, plugin, library, server, dan layanan pihak ketiga dapat menerima pembaruan maupun mengalami penemuan kerentanan baru.
Kesalahan konfigurasi, kontrol akses yang lemah, kegagalan autentikasi, serta penggunaan komponen yang tidak aman termasuk risiko penting dalam keamanan aplikasi web. Oleh sebab itu, keamanan harus diperiksa sepanjang masa penggunaan website.
Langkah Menjaga Keamanan Website Bisnis
1. Perbarui Sistem dan Komponen Website
Periksa pembaruan untuk sistem website, plugin, tema, framework, library, dan komponen server. Pembaruan sering membawa perbaikan keamanan selain penambahan fitur.
Jangan memasang pembaruan langsung tanpa persiapan. Buat backup terlebih dahulu, baca catatan perubahan, lalu uji kompatibilitas pada lingkungan pengembangan apabila pembaruannya cukup besar.
2. Gunakan HTTPS dengan Sertifikat yang Aktif
HTTPS melindungi pertukaran data antara browser pengguna dan server website. Ini penting ketika pengunjung mengirimkan formulir, masuk ke akun, atau melakukan transaksi.
Pastikan sertifikat tidak kedaluwarsa dan seluruh halaman menggunakan HTTPS secara konsisten. Namun, HTTPS saja tidak membuat website sepenuhnya aman karena keamanan aplikasi, server, akses, dan penyimpanan data tetap harus diperhatikan.
3. Lindungi Akun Administrator
Akun administrator memiliki kemampuan untuk mengubah konten, pengguna, konfigurasi, dan sistem website. Terapkan perlindungan berikut:
- Gunakan kata sandi panjang dan unik.
- Aktifkan autentikasi dua faktor jika tersedia.
- Jangan menggunakan satu akun untuk seluruh tim.
- Hapus akses pegawai atau vendor yang sudah tidak terlibat.
- Hindari menyimpan kata sandi di dokumen atau percakapan terbuka.
4. Batasi Hak Akses Pengguna
Setiap pengguna sebaiknya hanya memperoleh akses yang diperlukan untuk pekerjaannya. Penulis konten tidak selalu membutuhkan akses ke konfigurasi server, sedangkan staf penjualan tidak harus dapat mengubah sistem website. Pembatasan ini mengurangi risiko kesalahan maupun penyalahgunaan akun.
5. Buat Backup Secara Berkala
Backup membantu memulihkan website setelah kesalahan pembaruan, kerusakan data, gangguan server, atau insiden keamanan. Cadangkan file website, database, konfigurasi, dan aset penting.
Simpan salinan pada lokasi yang terpisah dari server utama. Backup juga harus diuji melalui proses pemulihan karena keberadaan file cadangan belum menjamin bahwa data tersebut lengkap dan dapat digunakan.
6. Amankan Formulir Website
Formulir kontak, pendaftaran, dan permintaan proposal harus memvalidasi data yang dikirim. Gunakan perlindungan spam, pembatasan pengiriman, validasi pada server, dan pencatatan yang tidak mengekspos data pribadi kepada pihak yang tidak berkepentingan.
7. Lindungi Data dan Informasi Rahasia
Kunci API, kata sandi database, token layanan, dan kredensial lainnya tidak boleh ditampilkan dalam kode publik atau halaman website. Simpan informasi rahasia pada sistem konfigurasi yang sesuai dan batasi siapa yang dapat mengaksesnya.
8. Pantau Aktivitas dan Gangguan
Gunakan pemantauan untuk mengetahui website tidak dapat diakses, terjadi peningkatan error, muncul perubahan file yang tidak dikenal, atau terdapat percobaan login berulang. Pemberitahuan yang cepat membantu tim menanggapi masalah sebelum dampaknya meluas.
Seberapa Sering Pemeriksaan Perlu Dilakukan?
Jadwal dapat disesuaikan dengan kompleksitas dan risiko website. Sebagai dasar, bisnis dapat menggunakan pembagian berikut:
- Harian: pantau uptime dan gangguan penting.
- Mingguan: periksa backup, error, dan pembaruan mendesak.
- Bulanan: tinjau pengguna, plugin, library, formulir, dan sertifikat.
- Berkala: lakukan pengujian pemulihan backup dan audit keamanan yang lebih menyeluruh.
Siapa yang Bertanggung Jawab Menjaga Website?
Tanggung jawab keamanan dapat terbagi antara pemilik bisnis, pengembang, penyedia hosting, administrator, dan penyedia layanan pihak ketiga. Pembagian tersebut perlu ditetapkan sejak awal agar tidak ada bagian penting yang dianggap sebagai tanggung jawab pihak lain.
Sebelum bekerja sama dengan pengembang, pastikan dokumen penawaran pembuatan website menjelaskan apakah layanan setelah peluncuran mencakup pembaruan, backup, pemantauan, perbaikan error, dan bantuan ketika terjadi insiden.
Siapkan Prosedur Ketika Terjadi Masalah
Bisnis sebaiknya memiliki prosedur sederhana yang menjelaskan:
- Siapa yang harus dihubungi ketika website bermasalah.
- Bagaimana membatasi akses sementara.
- Di mana backup terakhir disimpan.
- Bagaimana mengembalikan website ke kondisi aman.
- Bagaimana mencatat dan mengevaluasi penyebab masalah.
Jika insiden terjadi setelah perubahan server atau platform, periksa kembali langkah migrasi website tanpa kehilangan traffic SEO agar perbaikan tidak menimbulkan URL rusak atau masalah pengindeksan baru.
Keamanan Juga Berkaitan dengan Kepercayaan Pelanggan
Pengunjung memberikan informasi melalui formulir karena percaya bahwa bisnis akan mengelolanya dengan baik. Karena itu, pengamanan teknis perlu disertai penjelasan mengenai pengelolaan data dan saluran yang dapat digunakan untuk menghubungi perusahaan.
Website juga perlu menyediakan halaman legal dan kebijakan privasi yang relevan . Isi kebijakan harus sesuai dengan proses yang benar-benar dijalankan oleh bisnis.
Bangun Website dengan Fondasi yang Mudah Dipelihara
Pengamanan akan lebih mudah apabila website sejak awal menggunakan teknologi yang terawat, struktur akses yang jelas, jumlah komponen yang terkendali, serta dokumentasi pengelolaan yang memadai.
Kreavie menyediakan jasa pembuatan website untuk bisnis di Jabodetabek dengan pengembangan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan halaman, formulir, akses pengguna, dan pemeliharaan. Informasi layanan secara umum tersedia pada halaman website development Kreavie .
Butuh Website Bisnis yang Mudah Dikelola?
Diskusikan kebutuhan pengembangan, akses admin, backup, formulir, dan pemeliharaan website bersama Kreavie.
Konsultasi melalui WhatsApp